Cara menghubungkan dua laptop menggunakan kabel LAN

Beberapa waktu lalu, saya bermain suatu game multiplayer bersama teman menggunakan dua perangkat laptop. Dengan menggunakan kabel LAN laptop kami pun terhubung dan game multiplayer dapat kami mainkan dengan lancar pada laptop masing- masing.

Mungkin anda bingung bagaimana cara untuk menghubungkan kedua laptop tersebut. Nah, disini kita akan mempelajari cara menghubungkan kedua dua laptop menggunakan kabel LAN.

Pertama, siapkan kabel UTP yang telah ter-crimping dengan RJ45

Kabel LAN
Kabel LAN

Kedua, tancapkan masing-masing RJ45 tersebut pada port LAN laptop 1 dan port laptop 2 dan tunggu hingga ada indikator menyala berwarna kuning (bila tidak menyala, lepas dan tancapkan kembali dengan benar). Bila indikator menyala itu berarti kabel berfungsi dengan baik.

Port LAN
Port LAN
Ketiga, setting IP pada Network and Sharing Center - Local Area Connection - Properties - IPv4 Properties - Ganti IP address sesuai dengan yang anda inginkan lalu klik OK . Contoh : Laptop 1 IP address = 192.168.42.234 | Subnet mask = 255.255.255.0 , Laptop 2 IP address = 192.168.42.235 | Subnet mask = 255.255.255.0

IP address
Setting IP address
Keempat, selanjutnya tekan tombol Windows + R pada keyboard , ketik cmd dan tekan Enter (akan muncul tampilan command prompt). Ketik "ping 192.168.42.235" tanpa tanda petik dan tekan Enter [pada laptop 1]. Lalukan hal yang sama [pada laptop 2] dengan mengetikan "ping 192.168.42.234".

Pinging
Ilustrasi Ping Berhasil
Bila proses ping berhasil seperti pada gambar diatas, maka kedua laptop anda telah terhubung. Nah sekian artikel cara menghubungkan dua laptop menggunakan kabel LAN ini, semoga bermanfaat bagi anda. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya, terima kasih.




Cara Instal Windows 10 Dari Flashdisk Atau DVD

Hi.. Semuanya... Para Itwalk...(AZGARIO lovers) pada kesempatan kali ini kita akan memberikan sebuah tutorial bagaimana cara install Windows 10 .
Nah.. Sebelumnya sediakan Kopi dan Rokok dulu iya.. karena akan membutuh kan waktu yang rada panjang sih,tapi bisa di bilang cepat juga. Nama nya juga instal windows ya ga...
Yuuk.. mari kita mulai.

Berikut adalah tutorial cara install windows 10 :

  1. PENTING ! Pertama-tama,kalian pelajari dahulu sistem partisi windows kalian sebelumnya. Secara umum, sebuah laptop/PC memiliki 2 partisi hardisk yang biasa orang sebut Drive C dan Drive D. Drive C biasanya merupakan partisi system dan Drive D merupakan drive data. Namun, kebanyakan orang selalu salah mengartikan drive C dan selalu meletakkan data disitu. Yang kalian lakukan pertama kali sebelum install windows 10. PASTIKAN DATA KALIAN AMAN. Backup seluruh data kalian mulai dari Desktop, My Documents, dll. Pindahkan ke Drive D semuanya tanpa kecuali. Untuk folder Program Files disarankan tidak perlu di backup semuanya, akan lebih baik jika nantinya kalian menginstallnya menggunakan master installer setelah windows 10 selesai diinstall.
  1. Nah.. jika semuanya sudah selesai dilakukan, silahkan buat bootable windows. Bootable windows disini berarti kalian harus membuat installer windows 10 ke dalam sebuah media. Media tersebut boleh berupa Flashdisk maupun DVD. Usahakan flashdisk 4GB keatas dan untuk burning usahakan ke DVD (4.7GB) .
  1. Lalu colok Flashdisk kalian ke PC/laptop lalu jalankan software Rufus. Jika kalian belum punya silahkan kalian cari di google dan lagi pula softwarenya gratis kok tidak menguras kantung jajan, paling kouta inet ajah... hehehe...
  1. Pilih drive flashdisk kalian lalu select juga file ISO Windows 10 yang telah kalian download.


  2. Pilih menu start dan tunggu hingga selesai. Jika sudah, close rufusnya dan jangan dicabut flashdisknya.

  3. Jika sudah  restart Laptop/PC kalian terus jika sudah memulai start, tekan hotkey untuk masuk ke dalam sistem BIOS. Hotkey tersebut bisa kamu perhatikan di bagian pojok kanan bawah Laptop/PC kalian. Secara default, hotkey untuk memasuki BIOS ada bermacam-macam mulai dari F2 , F4, F10, F8, F12 dan DEL tergantung dari merk Laptopo/PC masing-masing. Eits.. kalian usahakan agak cepetan nekannya ya.. agar proses ini tidak terlewatkan. Jika terlambat, kalian akan ulang restart kembali. Proses ini pastikan flashdisk kalian dalam keadaan tercolok,kalau engga kan sama aja bodong.


  4. Selanjutnya, jika kalian sudah berhasil memasuki BIOS pasti kalian akan memiliki tampilan yang berwarna biru-biru. Lalu, masuk ke tab Boot dan cari boot options/boot order. Setting boot order kalian agar pilihan Removeable Disk (jika tidak ada, cari saja nama merk flashdisk kalian. contoh : Hp atau yang lain) kamu bisa berada paling atas. Disusul oleh Harddisk/HardDrive (jika tidak ada cari yang ada embel-embel HDD atau merk harddisk kamu contoh : Hitachi) dipilihan kedua.

  5. Jika sudah tersusun seperti itu, kalian save and exit dengan tombol F4 atau F10 (tergantung dari merk BIOSnya) silahkan baca aturan key-nya disebelah pojok kanan bawah.

  6. Lalu kalian save , maka PC kamu akan kembali restart. Maka tampilan yang kalian jumpai setelah ini adalah logo installer Windows 10. Ayolah dari sini kita harus Ciyus iya...

  7. Sampai disini, pilih bahasa yang mau kalian gunakan,asal jangan bahasa planet lain aja iya... Gak akan ada itu... oce. Selebihnya biarkan saja. Lalu klik install now.

  8. Sekarang kalian akan dihadapkan dengan inputan serial. SANTAI... JANGAN PANIK !! kalian nggak perlu cari cari serial lagi. Cukup di skip saja dulu.

  9. Selanjutnya ada 2 pilihan instalasi. Pilih saja costum. Dan, kalian akan menuju pengaturan partisi. Di tapah ini harap diperhatikan baik-baik. Kalian akan menjumpai partisi-partisi apa saja yang akan ada di Laptop/PC kalian. Select drive C kalian. JANGAN SAMPAI SALAH atau data-data kalian yang di partisi D pun juga akan lenyap berkeping keping. pastikan drive yang sedang terselect / dipilih adalah drive C tadi. Lalu silahkan klik next untuk melanjutkan, jangan sampai salah.

  10. Proses instalasi sedang berlangsung. Proses ini akan memakan waktu hingga sekitar 20-30 menit, tapi terkadang bisa lebih cepat atau lebih lama.

  11. Jika sudah, Laptop/PC kalian akan otomatis melakukan restart. PENTING!! Saat melakukan proses restart dan sudah muncul logo merk PC/laptop kamu langsung cabut flashdisknya !! Atau proses instalasi akan kembali diulang. Ribet kalau harus ngulang lagi dari awal.. capedeh.
  12. Tunggu proses restart hingga lebih kurang 10 menit , jika sudah maka akan kembali otomatis restart kembali. Setelah itu , kalian akan kembali lagi dihadapkan dengan pilihan serial

  13. Kalian Pilih saja do this later lalu akan diarahkan ke menu settings. Pilih tombol Use Express Settings agar tidak ribet dan berlama lama. Tunggu sebentar hingga proses automatic settings selesai.

  14. Selanjutnya, ada lagi pertanyaan “Who owns this PC?” Pilih saja I own it lalu next.

  15. Sekarang, kalian akan diminta login dengan microsoft account. Cukup di skip aja, kalau mau login cukup dilakukan nanti setelah semuanya selesai.

  16. Di bagian Create User Accounts, isikan nama kalian dan juga password. Jika tidak mau berpassword, cukup kosongkan saja lalu next.

  17. Tunggu loading sebentar, lalu kamu akan diarahkan ke dalam Windows.

Nah... itu saja tutorial yang bisa kita kasih buat kalian. Jika ada kesulitan atau pertanyan silahkan komentar di bawah dan mohon follow Web ini.
Next kita lanjut lagi iya dengan Tutorial yang lebih lengkap nya.



Tips dan Trik Sederhana Mempercepat OS Windows 10



Hi.. Sobat – sobat..  Kali ini kita akan membahas Tips dan Trik sederhana untuk mempercepat kinerja Os Windows 10 kita. Windows 10 diklaim lebih ringan dibandingkan sistem operasi sebelumnya. Namun sangat sayang, terkadang performanya masih lambat dan kurang responsif untuk bekerja sehari-hari. Dengan trik-trik tertentu berikut ini, kalian bisa mempercepat Windows 10 yang ter-install di laptop atau PC milikmu. Apa saja Tips dan Trik Sederhana Mempercepat OS Windows 10 ? Yuk..kita lihat beberapa diantaranya berikut ini :

 
    1. Buang Program yang tidak perlu

Beberapa pemilk laptop sangat berambisi untuk membuat laptopnya mampu mengerjakan apapun. Hingga banyak program komputer, yang tidak terlalu perlu digunakan, banyak dipasang di laptop. Semakin banyak program di dalam laptop milikmu, secara otomatis semakin banyak pula proses yang dijalankan. Hal ini akan memberikan pengaruh langsung pada kecepatan kerja laptop termasuk kerja Windows 10 yang kalian gunakan. Untuk menyiasatinya, kalian hanya perlu membuang program yang tidak berguna di dalam laptop atau pc. Jika kalian ingin memasang program tertentu, pastikan selama program tersebut dipasang tidak menyertakan pemasangan program lainnya. Bisa jadi program tersebut justru membawa malware untuk laptopmu.


     2. Kurangi program pada startup dan services

Beberapa program tertentu terkadang memiliki startup yang tiba-tiba berjalan sendiri bersamaan dengan saat Windows dinyalakan. Untuk mematikan beberapa program ini, kamu dapat membuka System Configuration dengan menekan tombol shortcut keyboard Windows dan R lalu ketikkan msconfig. Pada bagian Startup, akan ditampilkan beberapa program yang telah berjalan. Matikan sebanyak mungkin program yang menurutmu tidak diperlukan. Pada bagian services, kalian harus memilih Hide All Microsoft Services. Nantinya Windows akan menyembunyikan secara otomatis program yang dibutuhkan. Dan kalian harus menghentikan semua program yang paling tidak dibutuhkan selama bekerja dengan laptop atau pc kalian.


     3. Melegakan atau mengosongkan partisi pada hardisk di windows

Sebelumnya kalian sudah tau kan jika, selama ini Windows kalian selalu diletakkan pada drive C. Untuk memastikan kerja Windows tidak terganggu, maka kalian harus membuat drive C bebas dari file dan folder yang tidak perlu. Semua data pribadi baik file atau folder harus dipindahkan ke drive atau partisi lain seperti D atau E. File dan folder pribadi ini meliputi video, dokumen, gambar ataupun file dan folder hasil download.


     4. Membersihkan atau tidak menggunakan shortcut di windows

Biasanya kalian sengaja memenuhi desktop dengan shortcut-shortcut untuk memudahkan menjalankan program dalam laptop. Sayangnya saat desktop terlalu penuh berisi shortcut atau file dan folder lainnya yang tidak digunakan, kerja Windows akan semakin lambat. Proses yang dibutuhkan Windows untuk segera digunakan juga akan semakin lama. Pastinya hal ini akan menggangu kinerja. Bersihkan desktop dari shortcut tidak dipakai. File dan folder yang tidak digunakan dalam desktop juga harus dibersihkan.


     5. Mengurangi animasi pada windows

Kita Matikan penggunaan animasi, bayangan atau visual efek lainnya pada Windows kalian. Untuk mematikan penggunaan animasi ini, kalian dapat memilih My Computer dengan lebih dulu membuka Windows Explorer. Klik kanan pada My Computer dan pilih Properties. Kalian disana akan ada pada sebuah pengaturan animasi, visual efek dan bayangan yang digunakan Windows. Pilih Advance System Setting, kemudian Advance, dilanjutkan dengan opsi Performance dan pilih Setting. Pilih opsi gambar yang tidak menghabiskan banyak daya dan tidak membuat Windows bekerja lebih lambat.


     6. Mengurangi penggunaan antivirus

Nah.. jika selama ini kalian menggunakan antivirus lebih dari dua atau tiga. Ada baik nya hal ini di hilangkan. Karena windows 10 telah dilengkapi dengan Windows Defender yang melindungi laptop atau pc dari virus-virus berbahaya. Dengan adanya Windows Defender ini, penggunaan antivirus lainnya dapat membuat lambat kerja Windows. Sebaiknya jika ingin gunakan antivirus selain Windows Defender. Kalian disarankan menggunakan antivirus, menggunakan antivirus yang tidak memakai daya sangat besar yang bisa membuat kerja Windows semakin lambat.


     7. Pembersihan Berkala pada hardisk

Selanjutnya Laptop dan pc kalian juga perlu dibersihkan secara berkala mungkin setiap 2 minggu atau setiap satu bulan sekali. Biasanya penumpukan ini terjadi dari sisa-sisa pekerjaan yang dilakukan Windows seperti saat melakukan pembaruan Windows,cache dari kita browsing dan sebagainya. Untuk membersihkan Windows, kalian hanya perlu menggunakan Disk CleanUp yang telah disediakan Windows. Kalian juga dapat membersihkan Windows dengan program pembersihan lainnya untuk mempercepat Windows 10, Seperti Ccleaner dan sebagainya.

Cara Enable Regedit Yang Terdisable


Hi... Sobat.. kalian pernah mengalami regedit ter disable oleh administrator ??? Hal ini pasti sangat sering terjadi jika komputer terkena virus, karena secara default Registry editor tidak terkonfigurasi “Not configured”.  Beberapa faktor error yang muncul dalam hal ini adalah “Registry editing has been disabled by your administrator”, “Regedit has been disable by administrator”, “Registry is disable by Admin” & sebagainya. Disni kita akan membahas bagaimana caranya mengaktifkan kembali registry editor ( enable registry editor ).

Registry, dalam platform sistem operasi Microsoft Windows 32-bit, merupakan sebuah basis data yang disusun secara hierarkis yang mengandung informasi mengenai konfigurasi sebuah sistem, mulai dari konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya hingga preferensi pengguna. Registry merupakan pengganti berkas-berkas konfigurasi *.INI yang digunakan dalam sistem Windows 16-bit (Windows 3.x dan Windows for Workgroups). Registry, pertama kali diperkenalkan di dalam sistem Windows 16-bit sebagai penampung informasi mengenai pemetaan/asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, dan kemudian dikembangkan menjadi basis data dengan cakupan yang luas pada sistem-sistem operasi keluarga Windows NT. Registry juga kemudian digunakan pada sistem operasi kelas rumahan: Windows 95, Windows 98 dan Windows ME, tapi memang implementasi yang cukup bagus dari registry terdapat di dalam keluarga sistem operasi Windows NT.

Registry dalam Windows 16-bit
Registry dalam sistem Windows 16-bit (dimulai pada Windows 3.x) berguna hanya untuk menyimpan asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, serta asosiasi objek OLE di dalam dokumen dengan aplikasinya. Implementasi ini masih terbilang sederhana, karena jika dibandingkan dengan registry dalam Windows NT dan Windows 9x, asosiasi ekstensi berkas dan objek OLE hanya memakan satu anak pohon (subtree) saja, yakni di dalam HKEY_CLASSES_ROOT.

Registry dalam Windows 9x
Dalam sistem operasi Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, struktur registry secara logis sama dengan struktur registry dalam Windows NT, tapi tidak kompatibel secara fisik. Dalam sistem operasi ini terdapat sebuah anak pohon tambahan, yakni HKEY_DYN_DATA yang dibuat secara dinamis dan digunakan untuk mengukur performa serta melakukan konfigurasi perangkat keras Plug and Play. Windows 9x menyimpan registry di dalam dua buah berkas, yakni %WINDIR%\system.dat dan %WINDIR%\user.dat. System.dat mengandung informasi mengenai sebuah komputer tertentu, sementara user.dat mengandung informasi mengenai sebuah profil milik pengguna. Ketika booting, Windows 9x akan memuat registry ke dalam ruangan kernel di dalam memori fisik.

Registry dalam Windows NT
Registry dalam Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003 terbagi secara logis ke dalam lima buah anak pohon (subtree), yang setiap pohon tersebut mengandung kumpulan kunci (key) dan anak kunci (subkey) yang disusun secara hierarkis. Susunan ini sama dengan susunan direktori dalam sistem berkas. Sementara itu, secara fisik, registry terdiri atas beberapa berkas yang disebut sebagai hive dan berkas catatan transaksi (transaction log) untuk setiap hive-hive tersebut yang disimpan di dalam direktori %systemroot%\system32\config.
(Sumber: id.wikipedia.org)

 CARA PERTAMA
  1. Siapkan notepad & buka notepad
  2. Pastekan code berikut:
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System]
“DisableRegistryTools”=dword:00000000
  1. Kemudian simpan file tersebut dalam *.reg, misalkan: “enable.reg”
  2. Untuk menjalankan tinggal di Klik 2x, dan langsung aja klik Ok
CARA KEDUA
  1. Langsung aja klik START -> RUN (Klo di windows 7 di Search Box) -> Ketikkan gpedit.msc
  1. Kemudian akan muncul layar Local Group Policy Editor, kemudian pilih User Configuration
  1. Selanjutkan pilih Administrative Templates -> Kemudian klik2x System, pada bagian kanan layar akan muncul tulisan Prevent access to registry editing tools dalam keadaan Enable. Klik2x Prevent access to registry editing tools, maka akan muncul layar untuk merubah konfigurasi.
  1. Rubahlah konfigurasi Enable menjadi Disable atau Not configured, dua-duanya bisa digunakan.
  1. Selesai, konfigurasi sudah dalam keadaan Disable.

      Nah.. jika sudah kalian sudah bisa mengakses registry editor (regedit) kembali.